Senin, 07 Juni 2010

Mogok, Pabrik Hyundai di India Berhenti Produksi

Hyundai, pabrikan mobil terbesar di Korea Selatan, sedang pusing. Pasalnya, saat ini aktivitas produksi di India harus berhenti karena aksi mogok yang dilakukan para pekerja mereka. Sampai-sampai, Hyundai harus minta bantuan pemerintah setempat untuk menengahi situasi ini.

Pihak Hyundai India menyatakan, aksi mogok merupakan aksi solidaritas mendesak pihak manajemen untuk kembali mempekerjakan sejumlah karyawan yang pernah dipecat karena dianggap melanggar aturan. Pasalnya, pihak pekerja menganggap proses penilaian masih berlangsung dan belum diputuskan.

Aksi mogok dilakukan sekitar 150 pekerja dan memaksa Hyundai Motor India membekukan aksi produksi. Akibatnya, sekitar 2.200 unit tak bisa dipenuhi sehingga perusahaan ini mengalami kerugian terbesar.

"Pihak manajemen tengah mencari dukungan pemerintah dan merangkul serikat pekerja untuk menemukan titik tengah bersama," ujar pihak Hyundai seperti dilansir automotivenewseurope.com, Senin (7/6/2010).

Sebagai gambaran, Hyundai saat ini menduduki posisi runner up di bawah Maruti Suzuki untuk pasar mobil India. Selain untuk pasar India, produk Hyundai ini juga diekspor ke seluruh dunia. Jumlah pekerja yang aktif di Hyundai India mencapai 10.000 orang.
sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2010/06/08/11242089/Mogok..Pabrik.Hyundai.di.India.Berhenti.Produksi-5

ASDP Targetkan Keuntungan Rp 108 Miliar

PT ASDP Indonesia Ferry menargetkan keuntungan bersih tahun ini bisa mencapai Rp 108 miliar. Hingga akhir April 2010 lalu, perusahaan penyeberangan ini mengantungi keuntungan bersih Rp 30,4 miliar.

Dirut ASDP, Bambang Bhakti mengatakan, proyeksi keuntungan tersebut akan naik besar, karena pada 2009 lalu keuntungannya hanya mencapai Rp 61,5 miliar. "Target tahun ini, keuntungan bersih sebesar Rp 108 miliar, jadi kita harus melakukan kerja keras tahun ini," kata Bambang di Jakarta, Senin (7/6/2010).

Dari keuntungan tersebut, jelasnya, akan diperoleh dari pendapatan usaha yang diproyeksikan akan meningkat drastis menjadi Rp 1,1 triliun atau naik dibanding 2009 yang sebesar Rp 884 miliar.

Target tersebut, jelasnya, diharapkan bisa tercapai. Selama Januari-April saja bisa mencapai pendapatan Rp 268 miliar. Pencapaian tertinggi diprediksi bakal tercapai pada masa liburan dan Lebaran 2010 yang akan terjadi hingga akhir tahun.

Sementara untuk armada, ASDP menargetkan bakal menambah kapal hingga menjadi sebanyak 107 unit, termasuk 53 unit kapal perintis. "Dalam waktu dekat ini kita akan terima enam kapal perintis hibah dari Kementerian Perhubungan, sedangkan yang sedang dibuat sebanyak delapan unit
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/07/16493952/ASDP.Targetkan.Keuntungan.Rp.108.Miliar

Akhirnya, 4 Sukarelawan Indonesia Tiba

MISI KEMANUSIAAN GAZA

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga orang sukarelawan Indonesia dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), yaitu H Ferry Nur, Muhendri Muchtar, dan Hardjito Warno, serta satu orang jurnalis TV One, Muhammad Yasin, tiba kembali di Tanah Air melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Senin (7/6/2010) pukul 15.55.

Keempat sukarelawan itu disambut Dirjen Perlindungan WNI dan BHI Teguh Wardoyo. Di luar pintu kedatangan, puluhan sukarelawan Kispa tampak menyambut. Sejumlah spanduk juga dibentangkan menyambut kedatangan mereka.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/06/07/15554623/Akhirnya..4.Sukarelawan.Indonesia.Tiba

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kayu

Penyelundupan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI berhasil mencegah penyelundupan kayu hasil illegal logging di Terminal Peti Kemas, Tanjung Priok, Jakarta. Hasil pencegahan ini disampaikan Dirjen Bea dan Cukai, Thomas Sugijata, di Jakarta, Jumat (4/6/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, berhasil mencegah penyelundupan kayu hasil illegal logging. Para penyelundup berusaha mengelabui petugas dengan mengatakan barang yang ada di dalam kontainer adalah kertas antiminyak.

"Penangkapan kayu ilegal ini karena ada ketidaksesuaian pemberitahuan ekspor barang (PEB) dengan isi kontainer," ungkap Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, Jumat (4/6/2010), di Tanjung Priok.

Eksportir, PT MU/PPJK PT LTK, dalam dokumen PEB menyebutkan empat kontainer ukuran 20 feet memuat barang berupa greaseproof paper in rectangular (kertas antiminyak). Namun, pada kenyataannya, hasil pemeriksaan bersama petugas Badan Revitalisasi Industri Kayu mendapatkan sekitar 15 meter kubik kayu log eboni, 16 meter kubik kayu eboni gergajian, 30 meter kubik kayu log sonokeling, dan 2,5 meter kubik kayu sonokeling gergajian.

"Kayu tersebut berada dalam kategori ekspor yang dibatasi karena kedua jenis kayu ini merupakan kayu langka," ungkap Thomas.

Menurut Thomas, pelaku mengakali pemerintah dengan mengaku kertas antiminyak agar tidak harus memperoleh izin dari pihak Kehutanan. "Karena bisa saja itu kayu dilarang diekspor," ujarnya.

Upaya ekspor kayu log ilegal ini melanggar Pasal 103 Huruf (a) UU Nomor 17 Tahun 2006 dengan ancaman pidana penjara 2-8 tahun dan atau denda Rp 100 juta-Rp 5 miliar. Hingga kini, empat kontainer tersebut masih disita pihak Bea dan Cukai RI di terminal peti kemas Tanjung Priok

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/04/12544877/Bea.Cukai.Gagalkan.Penyelundupan.Kayu

Inilah Isi RUU Mata Uang

Diajukan DPR

JAKARTA, KOMPAS.com — DPR RI mengajukan RUU Mata Uang sesuai Pasal 23 UUD 1945 yang mengamanatkan macam dan harga uang ditentukan dalam Undang-undang.

Wakil Ketua Komisi XI Sohibul Iman saat ditemui seusai rapat kerja dengan pemerintah di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/6/2010), mengatakan bahwa RUU Mata Uang tersebut akan terdiri 12 bab dengan 45 pasal.

Ia menjelaskan, pada bab pertama RUU tersebut akan dijelaskan mengenai ketentuan umum yang memuat tentang definisi mata uang.

Kemudian, bab kedua terdiri dari dua bagian, yaitu mengenai macam uang dan harga uang rupiah. Bab ketiga, berisi penjelasan mengenai ciri-ciri, desain, tanda pengaman, dan bahan yang akan digunakan pada uang rupiah.

Bab keempat akan ada penjelasan tentang perencanaan, pencetakan, pengedaran, pencabutan, penarikan, dan pemusnahan. Adapun pada bab kelima diatur tentang kewajiban menggunakan uang rupiah pada setiap transaksi.

Pada bab keenam dijelaskan mengenai ketentuan penukaran uang dan kriteria uang hingga lembaga yang layak melakukan penukaran.

Bab ketujuh dijelaskan mengenai larangan menolak menggunakan uang rupiah, meniru, merusak, melakukan perubahan terhadap uang rupiah, hingga hal yang berkaitan dengan pemalsuan uang rupiah.

Bab kedelapan mengenai penanganan uang palsu, sedangkan bab kesembilan berisi pemaparan tentang pemeriksaan tindak pidana uang rupiah.

Bab kesepuluh mengatur tentang ketentuan pidana berkenaan dengan pelanggaran ketentuan uang rupiah sebagai legal tender serta ancaman pidana terhadap pegawai BI dan pihak lain yang melakukan tindak pidana.

Bab kesebelas mengenai ketentuan peralihan yang mengatur mengenai tetap berlakunya uang kertas dan logam yang dilakukan oleh BI sebelum berlakunya UU tentang mata uang. Ada pula peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan mata uang masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau peraturan yang baru.

Adapun bab terakhir (12) berisi mengenai mulai berlakunya undang-undang tentang mata uang yang juga mengatur mengenai ketentuan yang mencabut beberapa pasal yang akan mengatur tentang mata uang.

Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dalam menanggapi usulan RUU tersebut, mengatakan akan mempelajari dan akan memberikan jawaban pada Rabu (9/6/2010). "Pemerintah akan kembali menyampaikan jawaban pada 9 juni. Dalam forum itu, hal ini diharapkan dapat dilakukan dalam tindak lanjut yang produktif," ujar Menkeu.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/07/15373586/Inilah.Isi.RUU.Mata.Uang

Turun Tajam, Rupiah Dekati 9.300

- Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (7/6/2010) sore turun tajam 120 poin (Pkl 15.20), karena derasnya aksi lepas rupiah oleh pelaku pasar yang dalam beberapa poin lagi mencapai angka Rp 9.300 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun menjadi Rp 9.295-Rp 9.305 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp 9.175-Rp 9.185 per dollar AS atau turun 120 poin.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, pelaku pasar menjelang akhir penutupan pasar cenderung makin aktif melepas rupiah sehingga posisinya mendekati Rp 9.300 per dollar AS. "Kami memperkirakan rupiah akan dapat menembus angka Rp 9.300 per dollar, karena kekhawatiran pelaku pasar terutama asing atas krisis keuangan Eropa makin besar, karena sudah merembet ke negara Hongaria," katanya.

Apabila krisis itu makin memuncak, menurut Kostaman Thayib maka rupiah diperkirakan akan makin terpuruk karena Euro sudah berada di level 1,190 per dollar AS merupakan pertama kali euro mencapai itu. "Kami memperkirakan masalah krisis keuangan Eropa akan berakibat buruk bagi pergerakan rupiah dapat menyentuh level Rp 9.000 per dollar AS," ucapnya.

Rupiah, menurut Kostaman Thayib, sempat terpuruk hingga mendekati angka Rp 9.400 per dollar AS, dan apabila krisis Eropa masih terjadi maka kemungkinan akan dapat meliwati angka Rp 9.400 per dollar AS. "Kami memperkirakan Bank Indonesia akan turun ke pasar melakukan intervensi apabila BI tidak menginginkan rupiah terpuruk lebih jauh, " ucapnya.

Ia mengatakan, rupiah masih diselimuti "awan mendung "yang berlanjut, sekalipun Bank Indonesia masuk pasar melakukan intervensi, namun apabila tekanan negatif makin kuat, biasanya BI untuk sementara membiarkan rupiah mengikuti kehendak pasar. "Apabila dollar AS di pasar regional saat ini sedang menguat, karena pelaku asing menilai memegang dollar lebih aman ketimbang mata uang lainnya," katanya.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/07/15280987/Turun.Tajam..Rupiah.Dekati.9.300

Kamis, 03 Juni 2010

Rupiah Pagi Menguat

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (3/6/2010) pagi, menguat hingga di bawah angka Rp 9.200 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi Rp 9.190-Rp 9.200 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.205-Rp 9.215 atau menguat 15 poin.

Direktur Currency Management Board, Farial Anwar di Jakarta. mengatakan, rupiah menguat karena para investor asing mulai kembali melirik pasar Asia, khususnya Indonesia, yang dinilai merupakan pasar investasi yang lebih baik ketimbang pasar lainnya.

"Karena itu, pelaku pasar lokal maupun asing mencoba untuk membeli rupiah, meski dollar AS menguat di pasar regional, akibat kekhawatiran pelaku terhadap masalah baru Eropa mengenai perbankan
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/03/10422427/Rupiah.Pagi.Menguat