Minggu, 30 Mei 2010

CIMB Gandeng Pos Salurkan Kredit Pensiunan

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melakukan kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam penyaluran kredit kepada para pensiunan yang pembayaran uang pensiunannya dilakukan oleh PT Pos Indonesia.

Penandatanganan kerjasama yang ditandatangani Kamis (27/5/2010) ini merupakan kelanjutan kerjasama serupa dengan PT Pos Indonesia yang telah dilakukan sebelumnya sejak tahun 2005. "Dengan jaringan yang tersebar luas di seluruh Indonesia, PT Pos Indonesia merupakan mitra strategis dalam pembayaran pensiunan bagi anggota TASPEN dan ASABRI," sebut Direktur Business Banking CIMB Niaga Handoyo Soebali, dalam siaran pers CIMB Niaga.

Handoyo menambahkan kerjasama ini memberikan kemudahan bagi para pensiunan untuk memperoleh dana pinjaman dari CIMB Niaga dimana pembayaran angsurannya dapat dilakukan melalui pemotongan gaji pensiunan oleh PT Pos Indonesia.

Perjanjian kerjasama ini sekaligus merupakan addendum dari kerjasama sebelumnya dengan perubahan fitur produk pemberian yaitu pemberian pinjaman bagi para pensiunan hingga sebesar Rp 100 juta dengan jangka waktu 10 tahun. Sedangkan produk sebelumnya, menawarkan jumlah kredit sebesar maksimal Rp 50 juta dengan jangka waktu maksimal 5 tahun.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Handoyo Soebali selaku Direktur Business Banking CIMB Niaga dan Deni Alexander H. selaku Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan serta Setyo Riyanto selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis PT Pos Indonesia.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/28/20290191/CIMB.Gandeng.Pos.Salurkan.Kredit.Pensiunan

Pemerintah Pastikan Cabut Subsidi BBM

Pemerintah dipastikan akan mencabut subsidi bahan bakar minyak dalam waktu dekat ini. Namun, mekanisme pencairan subsidi bagi masyarakat dan jumlahnya belum ditetapkan.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, seusai penyerahan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Sigli, Nanggroe Aceh Darussalam, Sabtu (29/5/2010).

"Ini masih dalam pembahasan. Memang jumlahnya cukup besar. Tapi, belum dipastikan mekanisme dan jumlahnya," tutur Agung.

Dia mengatakan, pemerintah masih berhitung besaran subsidi yang akan dicabut dan mekanisme pembagiannya kepada masyarakat. Mantan ketua DPR RI ini juga menyatakan, pemerintah tidak bermaksud untuk menyusahkan masyarakat dari golongan ekonomi tertentu dengan pencabutan subsidi ini.

"Pemerintah akan memberikan kompensasi-kompensasi kepada kelompok masyarakat yang terkena dampak. Terutama masyarakat miskin," tuturnya.

Agung mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia, dari 14,1 persen pada tahun 2009 menjadi hanya delapan hingga 10 persen pada tahun 2014 mendatang. Diharapkan, dengan pencabutan BBM bersubsidi tersebut, target penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia tidak terganggu.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/29/14481641/Pemerintah.Pastikan.Cabut.Subsidi.BBM..

Piala Dunia Kerek Penjualan Televisi

Produsen televisi kini tengah bungah. Soalnya, penjualan televisi terus merangkak naik jelang Piala Dunia.

Sekretaris Jenderal Electronic Marketers Club (EMC) Agus Soejanto bilang, saban kali Piala Dunia digelar, penjualan televisi bisa naik 20 persen. "Bulan April saja penjualan televisi sekitar 355.531 unit, naik 20 persen dari Maret," ujarnya.

Tak heran, Polytron pun jauh-jauh hari sudah pasang kuda-kuda. Produsen elektronik nasional ini meluncurkan LCD TV yang dilengkapi fitur perekam siaran.

"Kami beri USB port di bagian depan untuk kemudahan merekam siaran, jadi kalau ngantuk tinggal rekam saja pertandingan bolanya," kata Santo Kadarusman, Public Relations and Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi.

Polytron menargetkan penjualan televisi seri 123LCD TV tersebut sebanyak 10.000 unit hingga akhir tahun nanti. "Sebagian besar akan terserap jelang Piala Dunia dan Lebaran," kata Santo.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/28/22122161/Piala.Dunia.Kerek.Penjualan.Televisi

Ekspor Kopi ke Eropa Tidak Terganggu

Eksportir kopi mengaku belum merasakan adanya pengaruh pada permintaan ataupun kepada penurunan harga ditengah meruaknya krisis Yunani. Meski demikian, para eksportir memprediksi akan terjadi penurunan harga seperti dampak krisis Amerika Serikat tahun lalu.

“Perkiraan saya pengaruhnya kepada harga seperti yang terjadi pada krisis Amerika Serikat tahun lalu, namun dari sisi volume tidak mengalami penurunan permintaan,” kata Rachim Kartabrata, Sekretaris Eksekutif, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI). Menurutnya, kopi hanya bagian kecil dari pengeluaran rumah tangga masyarakat Eropa.

Rachim menyatakan, jika krisis Yunani tersebut tidak segera diatasi oleh Uni Eropa maka barulah Rachim mengkhawatirkan terjadinya penurunan harga kopi.

Ekspor kopi jenis robusta ke Eropa mencapai lebih dari 100.000 ton per tahun. “Yang menjadi kekhawatiran kami adalah terjadi penurunan harga yang signifikan,” jelas Rachim.

Hingga ujung Mei 2010 ini, Rachim belum menerima laporan perdagangan kopi ke Eropa yang terganggu; baik berupa penurunan volume ekspor ataupun penurunan harga yang signifikan.

Rachim bilang, penurunan kopi yang terjadi belakangan lebih dikarenakan menurunyan faktor produksi di dalam negeri. “Untuk mengatasi ini, pemerintah mesti segera menurunkan suku bunga agar beban eksportir berkurang,
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/30/09344893/Ekspor.Kopi.ke.Eropa.Tidak.Terganggu

Rabu, 26 Mei 2010

Media 'Online' Tak Akan Gantikan Cetak

Tak dapat dimungkiri, pesatnya perkembangan teknologi mendorong media massa tradisional untuk memikirkan konvergensi. Meski begitu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan Ignatius Haryanto mengatakan, perkembangan media online tak akan mematikan media cetak.
Munculnya teknologi media baru tidak membuat media mati, tetapi mereka menyesuaikan diri.

"Munculnya teknologi media baru tidak membuat media mati, tetapi mereka menyesuaikan diri," tuturnya dalam Gathering Kompas 100 bertajuk "Konvergensi Media" di XXI Lounge Plaza Senayan, Rabu (26/5/2010).

Hari mencontohkan beberapa buku yang sudah hadir sejak lima abad yang lalu. Menurut dia, hingga hari ini buku masih dibutuhkan oleh masyarakat meski teknologi internet sudah berkembang pesat. Bahkan disediakan gratis di beberapa titik wilayah di perkotaan pada umumnya. Oleh karena itu, Hari mengaku dirinya yakin industri surat kabar cetak masih akan terus berkembang.

Menurut Hari, keunggulan media cetak memang terletak pada wujudnya yang nyata. Selain itu, sifat beritanya lebih komprehensif. Jika media online menampilkan perkembangan terbaru dari berita, tetapi kadang sering kehilangan konteks berita, versi cetak menunjukkan liputan yang diketahui konteks, akurasi, dan kelengkapan narasumbernya. Kedua media tentu dapat saling melengkapi satu sama lain, bahkan dalam soal iklan sekalipun.

Wakil Direktur Bisnis Kompas Edi Taslim pun mengakui hal serupa. Menurut dia, media online tak akan bisa menggantikan media cetak selama keduanya dimanfaatkan dengan efektif dan efisien. Saat ini, pembaca Kompas e-paper mencapai 196.023 orang. Menariknya, 65 persen dari total pembaca e-paper tidak membaca Kompas versi cetak. Pembaca e-paper ini berumur 25 tahun ke bawah.

"Mereka memang tidak membaca koran, tetapi internet. Kita happy dengan survei ini karena ada tambahan pembaca Kompas," ungkapnya.

Sementara itu, Hari menambahkan, perkembangan media online di Indonesia juga masih terbentur dengan persoalan infrastruktur internet, terutama untuk daerah. Potret akses internet memang masih didominasi di kota-kota besar. "Di perkotaan, aksesnya bagus. Bahkan ada yang digratiskan. Tetapi Indonesia bukan hanya Jawa. Problemnya infrastruktur. Ini problem yang kita hadapi. Akses belum merata," katanya.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/26/12454358/Media.Online.Tak.Akan.Gantikan.Cetak

Menkeu: Kondisi Fiskal Terjaga

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan bahwa kondisi fiskal saat ini terjaga dan fondasi makroekonomi kuat meski dampak krisis di Eropa, khususnya Yunani, tetap harus diwaspadai. "Budget sustanaible, sumber penerimaan APBN masih bagus di mana realisasi penerimaan pajak mencapai sekitar 32 persen," kata Agus di Jakarta, Selasa (25/5/2010) malam.

Menurut dia, keamanan APBN itu juga didukung oleh fasilitas pinjaman siaga yang diberikan pihak asing kepada Indonesia. "Masih ada standby loan, sementara posisi utang hanya 26 persen dari PDB. Cadangan devisa juga cukup besar mencapai 71 miliar dollar AS dibanding beberapa tahun lalu yang hanya 50 miliar dollar AS," katanya.

Agus mengakui, dampak krisis Yunani memang harus tetap diwaspadai terhadap perekonomian nasional. "Implikasi dalam bidang perdagangan kepada Indonesia tidak besar, yang dikhawatirkan adalah kalau rating agency turunkan peringkat Yunani," katanya.

Hal itu dapat menyebabkan persepsi pasar akan risiko menjadi tinggi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, ia menilai bahwa sektor keuangan, khususnya perbankan, yang biasanya merasakan dampak paling cepat dan besar, saat ini dalam kondisi sehat.

"Kondisi keuangan sehat, CAR perbankan baik, NPL rendah, dan likuiditas tinggi," kata Agus yang sebelumnya adalah Dirut Bank Mandiri.

Ia menyatakan optimismenya bahwa gejolak di pasar uang dan modal saat ini hanya gejolak sementara. "Waktu itu ada ketidakpastian karena Sri Mulyani mundur, sekarang sudah terisi dan ada kepastian," katanya. Ia menyebutkan, gejolak yang terjadi saat ini lebih karena pengaruh kondisi regional di mana pasar modal di wilayah lain juga mengalami koreksi.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/26/01164411/Menkeu:.Kondisi.Fiskal.Terjaga

1.520 Dollar AS untuk Angkut Haji

PT Metro Batavia (Batavia Air) sudah memberikan proposal penawaran angkutan haji kepada pemerintah. Maskapai penerbangan nasional yang baru saja meluncurkan penerbangan perdana Jakarta-Jeddah PP ini mengajukan harga 1.520 dollar AS untuk angkutan haji.

"Dua hari setelah rapat dengar pendapat di Komisi VIII DPR (19 Mei 2010), kami langsung menyampaikan permohonan agar dapat berpartisipasi dalam musim haji tahun 2010 ini untuk mengangkut sebanyak 20.000-30.000 orang," ujar Direktur Komersial Batavia Air Hasudungan Pandiangan dalam perjalanan Jeddah-Jakarta, Rabu (26/5/2010). Untuk diketahui, Garuda sudah mengajukan harga angkutan haji 2010 sebesar 1.779 dollar AS.

Hasudungan mengaku, dengan harga 1.520 dollar AS, pihaknya sudah mendapatkan margin keuntungan tanpa harus mengorbankan aspek apa pun. "Safety dan kenyamanan tetap yang utama. Kami ingin yang terbaik bagi para anggota jemaah yang akan beribadah," paparnya. Untuk itu, Batavia menyiapkan dua jenis pesawat untuk mengangkut jemaah haji, yakni Boeing 734-300 dan Airbus 330-200 sebagai cadangan.

Mengenai nada minor yang menyebutkan bahwa Batavia belum mempunyai pengalaman dalam mengangkut haji, Hasudungan cuma mengatakan, "Saya justru senang kalau ada yang tidak yakin. Makanya, dicoba dong."

Menurutnya, Batavia telah mempersiapkan pesawat, dana operasional, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang berpengalaman menangani haji. Sementara itu, Wakil Menhub Bambang Susantono di tempat yang sama mengatakan, pembukaan penerbangan Batavia Air ke Jeddah akan membuka opsi-opsi untuk angkutan udara ke Timur Tengah.

"Haji dan umroh akan makin terjangkau. Market share kami juga akan makin terbuka," katanya. Namun, Wakil Menhub enggan menjawab mengenai peluang Batavia untuk ikut ambil bagian dalam penerbangan angkutan haji tahun ini. "Saya tidak mau menjawab masalah itu," ujarnya.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/26/10504663/1.520.Dollar.AS.untuk.Angkut.Haji